Posts

Specialization Index (SI) Ternak di Kabupaten Tolitoli

Image
Berbeda denganLocation Quotient (LQ)dan Localization Index (LI), Specialization Index (SI)adalah metode yang digunakan untuk mengetahui pembagian wilayah berdasarkan aktivitas-aktivitas yang ada atau untuk melihat ada atau tidaknya kekhususan aktivitas di suatu kabupaten.
Specialization Index (SI) dapat pula digunakan untuk mengetahui tingkat ke-khasan ternak pada suatu wilayah. Specialization INdex (SI) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan : Xij : Populasi ternak i di wilayah kecamatan j Xi. : Total populasi ternak di wilayah kecmatan j X.j : Populasi ternak i di wilayah kabupaten X.. : Total populasi ternak di wilayah kabupaten
Jika nilai SI mendekati 0 berarti tidak ada kekhasan. Artinya subwilayah yang diamati tidak memiliki aktifitas khas yang relatif menonjol perkembangannya dibandingkan sub wilayah lainnya. Jika nilai SI mendekati 1 berarti terdapat kekhasan. Artinya subwilayah yang diamati memiliki aktifitas khas yang perkembangannya relatif lebih men…

Analisis Location Quotient (LQ) Ternak di Kabupaten Tolitoli

Image
Analisa kauntitatif peternakan berbasis kewilayahan adalah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan perkembangan peternakan di suatu wilayah. Salah satu analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) untuk menggambarkan peran setiap jenis ternak di wilayah kecamatan dibandingkan ternak sejenis di wilayah kabupaten. Analisis LQ juga digunakan Simamora et al., (2013) untuk menganlisis potensi subsektor pertanian terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Analisis LQ merupakan salah satu analisis kuantitatif yang dapat digunakan untuk menganalisis potensi pengembangan peternakan di suatu wilayah berdasarkan pemusatan populasi jenis ternak tertentu dalam satu wilayah.
Rumus LQ yang telah disesuaikan berdasarkan Dharmawan dan Suyono (2011) adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Si : Populasi ternak i di wilayah kecamatan S : Total populasi ternak di wilayah kecamatan Ni : Populasi ternak i di wilayah kabupaten N : Total populasi ternak di wilayah kabupaten.

Localization Index (LI) Ternak di Kabupaten Tolitoli

Image
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai analisis Location Quotient (LQ)yang merupakan analisis kantitativ untuk mengetahui peran setiap jenis ternak di wilayah kecamatan dibanding peran ternak sejenis di wilayah kabupaten. Analisis kuantitatif pengembangan peternakan selanjutnya dapat dianalisis menggunakan Localization Index (LI) yaitu analisis kuantitatif yang menggambarkan tingkat penyebaran populasi ternak di suatu wilayah. Rumus untuk menghitung nilai LI adalah sebagai berikut :
Keterangan : Xij : Populasi ternak i di wilayah kecamatan j Xi. : Total populasi ternak di wilayah kecmatan j X.j : Populasi ternak i di wilayah kabupaten X.. : Total populasi ternak di wilayah kabupaten

Nilai LI yang mendekati 1 berarti terjadi pemusatan populasi pada wilayah yang diamati. Sebaliknya, jika nilai LI mendekati 0 berarti penyebaran populasi cenderung merata di semua subwilayah yang diamati. Berdasarkan rumus LI seperti dijelaskan sebelumnya maka indeks lokalisasi ternak di Kabupaten…

Cara Meramu Pakan Ternak - Square Pearseon Method

Image
Square Pearson Methodadalah salah satu cara meramu pakan ternak yang terdiri dari dua bahan pakan. Kelebihan metode ini adalah kita dapat menentukan dengan pasti besaran jumlah pakan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Kekurangannya adalah metode ini hanya dapat digunakan untuk menghitung dua campuran bahan pakan saja. Namun demikian, kami telah menemukan metode baru yang menggabungkan metode Square Pearson Method dengan Trial and Erroryang dapat anda pelajari disini.
Baiklah, untuk lebih memudahkan dalam pembahasan, perhitungan kita mulai dengan penyusunan pakan ternak sebagai simulai. Hal-hal yang harus disiapkan adalah tabel kandungan bahan pakan yang akan kita gunakan. Dapat menggunakan tabel di bawah ini:
 Sumber: Ketaren (2010)
Berikut kita akan menghitung besaran jumlah konsentrat dan dedak untuk memenuhi kebutuhan Pk sebesar 18%. Langkah-langkahnya adalah membuat tabel seperti tabel berikut:

Kolom yang berwarna kuning adalah besaran jumlah konsentrat yang akan ki…

Cara Menyusun Pakan Unggas (Gabungan Metode Trial and Error + Square Pearson Method)

Image
Pakan merupakan komponen penting dalam budidaya atau pemeliharaan ternak. Kesalahan dalam menentukan kebutuhan dan penyusunan pakan/ransum ternak akan menyebabkan produksi yang tidak stabil. Pada pemeliharaan ayam ras petelur misalnya, kebutuhan pakan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan, apakah pakan untuk fase starter, grower, atau layer. Oleh karena itu, cara menyusun pakan unggas untuk memperoleh formulasi yang tepat perlu diperhatikan.
Perbedaan kebutuhan pakan pada setiap fase yang berbeda dikarenakan kebutuhan nutrien khususnya protein dan energi juga berbeda. Pada fase starter misalnya, kebutuhan protein lebih tinggi dibandingkan dengan pakan dengan fase layer. Hal ini karena protein sangat dibutuhkan pada awal pertumbuhan ternak untuk perkembangan morfologi maupun fisologi ternak.
Untuk menyusun pakan ternak khususnya ternak unggas, kita harus mengetahui kebutuhan protein dan energi pada tiap-tiap fase pemeliharaan. Berikut adalah kebutuhan energi dan protein untuk tiap…

Sekilas Peran Hypothalamus dalam Pengaturan Reproduksi Ternak

Image
Sistem Reproduksi ternak melibatkan regulasi hormonal yang kompleks. Pengaturan system reproduksi ini di atur oleh salah satu bagian otak yang disebut hypothalamus.

Hypothalamus merupakan salah satu organ pengatur system reproduksi ternak. Peran hypothalamus dalam pengaturan system reproduksi ternak termasuk pada tahapan perkembangan embrional gonad. Sehingga hypothalamus dapat dikatakan sebagai pemegang kunci utama pengaturan reproduksi ternak.
Pengaturan sistesa, sekresi, dan mekanisme penyaluran dan kerja hormon juga tidak terlepas dari peran hypothalamus.
Secara anatomi hypothalamus terletak di dasar otak tepat di bagian belakang titik masuk dari saraf optic. Secara histology hypothalamus terdiri dari beberapa badan-badan sel saraf atau nuclei yaitu paraventricular nucleus, supra optic nucleus, dan median eminence sebagai penghubung utama. 
Tidak hanya pengaturan system reproduksi, hypothalamus juga merupakan pusat control fisiologi terutama yang berkaitan dengan pengaturan regulasi t…

Mengenal Pengertian Glikogenesis, Glikogenolisis, dan Glukoneogenesis

Image
Mengenal Pengertian Glikogenesis, Glikogenolisis, dan Glukonegeonesis – Proses metabolisme di dalam tubuh ternak melibatkan beberapa rangkaian mekanisme biokimia diantaranya glikogenesis, glikogenolisis, dan glukoneogenolisis. Proses tersebut merupakan serangkaian proses metabolisme tubuh yang berkaitan dengan pemeliharaan kadar gula darah di dalam tubuh yang dikendalikan oleh mekanisme hormon-hormon tertentu di dalam tubuh ternak.
Glikogenesis Pada dasarnya, glikokogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa. Peningkatan gula darah yang terjadi akan memicu pankreas untuk mensekresikan hormon insulin yang menstimulasi penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen di dalam hati dan otot. Kehadiran insulin yang disekresikan pankreas akan menstimulasi enzim glikogen sintetase untuk memulai proses gikogenesis. Glikogen merupakan polisakarida kompleks yang terbentuk dari kondensasi redisu-residu glukosa. Material utama untuk proses sintesis glikogen adalah Uridine diphosphate gllucose…